Aku bahkan tak bisa mengerti apa mau ku, apa maksudku.
Maaf, aku menyayangimu.
Maaf, aku mengganggu hidupmu.
Maaf, aku terlalu egois tiba-tiba masuk dan merusak ketenangan harimu.
Maafkan aku yang lancang.
Maaf, *** maaf...
Aku hanya bermain api, namun entah kenapa justru aku sendiri yang terbakar? Dan parahnya, kenapa kau tak mau menolongku? Tak mau membantuku keluar dari kubangan api ini?
Belum istimewa, namun sudah membuatku ketakutan, gundah, dan gelisah.
Kemana juga hatimu?
Kamu manusia atau bukan?
Perhatikan aku sekali saja.
Dimana hai kau!
Ada yang menyayangimu disini.
Ada yang sedang menangisimu disini.
Buka matamu, buka mata kepalamu, buka hatimu.
Setidaknya isyaratkan saja padaku, jika kau enggan bicara. 28102010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar