Aku mengatakan aku jatuh cinta
Tapi kurasa tak sepenuhnya.
Yang kutahu, setiap aku menyebut rasa cinta...aku hanya ingin menangis.
Setiap aku kembali dalam rengkuhan cinta, aku kembali sesalkan.
Aku menyesal, kenapa lagi-lagi aku harus percaya.
Aku menyesal, dengan mudah aku telah melupakan rasa sakit hati yang lalu menderaku.
Setiap aku mengingatmu, aku hanya ingin meneteskan air mata.
Aku pun tak tahu apa penyebab nya.
Akupun tak mengerti apa yang melatar belakanginya.
Yang terjadi, ini semua berjalan begitu saja.
Kau ada, aku ada, dan rasa ini seolah berwujud dan nyata, dan kemudian aku menangisinya.
Kemana kah ingatanku, kenapa seolah dengan mudahnya aku melupakan masa-masa suramku dan masa-masa sakit hatiku yang lama.
Belum kering lukaku yang dulu, tapi kenapa dengan beraninya aku kembali mempercayakan belati itu kembali ketangan nya. Membiarkannya yang bersiap menggoreskan luka, dan membiarkannya kembali menuangkan pahitnya racun dihatiku.
Hujan itu belum juga reda, tapi kenapa aku seolah meminta datangnya sang badai.
Aku jatuh cinta, dan aku belum siap memngakui itu nyata.
Karena lukaku belum sembuh benar.
Karena aku takut, cinta akan kembali membunuhku, merajam hatiku dan memasungku dalam tangisan seperti kehilangan dunia.
Siapapun takkan pernah tau, yang tau hanya aku..betapa sakitnya saat mendapatimu ternyata hanya membual dan berjanji belaka.
Ketika melihatmu yang dulu memujaku kini telah mengingkari semuanya.
Ketika harus rela mengiyakan semua kenyataan pahit ini.
Yang kutahu, sampai sekarang ini, cinta adalah racun.
Love is toxic, that will stab your pulse
Tidak ada komentar:
Posting Komentar