Minggu, 16 Oktober 2011

18 januari 2011


Jika saja kau tau, apa yang sedang kurasakan ini amat menggangguku.
Mengusik setiap gerakku dan membisukan seluruh kataku.
Andai kau tau, cinta tak pernah indah dalam pandangan mataku.
Cinta, tak pernah ada artinya dalam detik hidupku.
Yang kutahu cintaku hanyalah Tuhan, kedua orang tuaku, dan keluargaku.
Aku hanya memaknai jatuh cinta, sebagai suatu yang sederhana.
Tidak berlebihan dan tak menggebu-gebu.
Namun karena ketidak tahuanku itu, maka aku menjadi tak sadar, jika aku sedang jatuh cinta.
Aku hanya ingin meneteskan airmata jika aku sedang menemukanku jatuh cinta.
Aku tak pernah tau tentangnya.
Aku bukanlah yang pandai bercinta, aku bukanlah yang handal merayu, dan aku bukanlah yang pengalaman dalam hal cinta.
Aku tak pernah mengenal cinta sampai jauh adanya.
Aku hanya pernah merasakan itu beberapa kali dalam waktu panjang hidupku ini.
Dan itu semua berakhir tragis dan mengenaskan.
Cinta yang kutahu hanyalah iblis jahanam yang selalu datang dengan kostum malaikatnya, dan akhirnya pergi meninggalkan luka.
Cinta telah berkali-kali menyayat hatiku, cinta telah berkali-kali membunuhku, dan cinta sendirilah yang telah membuatku tak lagi percaya kepada cinta.
Dia menanamkan janji, dan kemudian dia sendiri yang mengingkari.
Kurasa, kamu jauh lebih mengerti tentang cinta dan tentang itu semua.
Kurasa, kamu memaknai cinta jauh lebih baik dari pandanganku terhadapnya.
Aku bukanlah gadis baik.
Aku hanya manusia biasa, dengan semua sifat kasar, tidak sopan, bodoh dan jauh dari sempurna.
Aku tidak yakin, kamu akan dapat menerimaku apa adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar