Menjelma menjadi nampak.
Entah.
Aku sudah tahu cinta itu pembohong besar, tapi kenapa aku tetap percaya?
Tapi kenapa aku masih mau mendengarkan nya.
Entah.
Sejak kapan aku menjadi semakin dungu begini?
Bodoh.
Aku yang setiap hari mengumpati cinta.
Aku yang setiap hari melaknatnya.
Tapi kini justru aku sendiri yang terjebak olehnya?
Lagi-lagi aku tak bisa menolak kedatangan nya.
Lagi-lagi aku luluh.
Pertahanku runtuh, porak poranda tak karuan.
Masih sebegini bodohkah aku, mampu dengan mudahnya diperdaya?
”sabtu kamu pulang? Aku mau kerumahmu. Tapi ngapain ya kalo udah dirumahmu?”
Arkkhhh!!!!!!! Kenapa aku membuka peluang? Kenapa aku memberi kesempatan jika aku memang benar-benar sudah tak mau dengan cinta? Kenapa aku lagi-lagi-lagi dan lagi-lagi terperdaya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar