Selalu saja, untuk memulai cerita adalah hal tersulit. Semua bagaikan sebuah lingkaran yang tanpa ujung terus membulat menjadi pusaran sumur yang mengantar ku pada kisah palung laut yang gelap dan curam. Tidak separah atau sehoror itu mungkin. Intinya aku hanya sedang sedikit demi sedikit menemukan keterangan dari gelap yang telah lama menyelimutiku.
Mengingat semua kenangan itu memang manis.
Goblok bodoh tolol, kata2 kedunguan apa lagi yang harus aku umpatkan pada diriku? Cinta? anjing! Semua itu goblok.
Kenapa aku gak kapok! Berapa kali aku meneteskan air mata untuk cinta tai kucing itu. Berapa kali aku membanting handphone hanya karena kesal, tidak puas, kecewa, cemburu, lelah, benci dan semua yang berkaitan dengan cinta. kenapa aku lebih sering menangis untuk cinta daripada untuk orangtua dan keluargaku?
Lelaki memang sama saja, menyesal aku pernah memberikan hatiku. Menyesal aku pernah mempercayainya untuk melewatkan waktu denganku. Goblok!
Lelaki terlalu berani itu juga menyakitkan, lelaki tanpa nyali juga menyakitkan. Goblok! Semua manusia sebenarnya sama saja, gak ada kata setia, gak ada kata2 selamanya.
Aku mengatainya tak setia, dan nyatanya ku kembalikan padaku sendiri.. aku mungkin jauh lebih sering tidak setia.
Aku mengatainya bangsat, karena mendengar masa lalunya yang membuatku cemburu.... tapi ketika kulihat diriku sendiri... ketika kuingat masa laluku sendiri... aku juga bukanlah sosok bidadari bersayap yang tak pernah berbuat dosa. Aku juga pernah dekat dengan seseorang, aku juga pernah saling mengatakan sayang, aku bahkan jauh lebih lama dekat dengan laki-laki itu dibanding kamu dekat dengan gadis itu. Aku juga pernah jalan dengannya, sedangkan kamu malah tidak pernah sama sekali. Aku pernah mendengar pernyataan cinta dari masalalu ku dan impas... kamupun juga pernah menyatakan cinta dengan masa lalumu.
Aku dan kamu adalah cermin. Aku dan kamu adalah bayangan. Sama. Tak ada beda. Mungkin kita ditemukan saat ini agar aku tahu dan sadar... bahwa apa yang aku kerjakan sekarang akan dilakukan juga oleh orang yang kucintai dimasa yang akan datang.
Renungilah kehidupan, maka akan banyak kecurangan disana.
Banyak sekali orang yang mengumpati orang lain, padahal dirinya sendiri sudah melakukan hal itu jauh sebelum orang lain tersebut melakukannya. Banyak manusia yang tak sadar bahwa ketika dia mengatakan orang lain adalah pengecut, padahal dirinya sendiri tak ubahnya seorang pecundang.
Hahahahahahah, jika kita tidak pernah jujur dengan diri kita sendiri, maka hanya akan kita temukan orang lain seperti benda mati dan kita berdiri bagai tuhan nya. Kita seolah sang sempurna dan yang lain adalah sang murka.
Tapi jika mencoba dan berani berkata jujur pada hati dan diri kita sendiri, yakinlah semua akan terasa lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar