Sabtu, 12 November 2011

sebentar saja


Sebentar saja, jangan kemana-mana, aku ingin bercerita. Tentang hari kemarin yang begitu panjangnya. Sebentar saja aku ingin mengadu-kan nya padamu, jangan kemana-mana.
Sebentar saja perhatikan aku, tatap mataku dan perhatikan gerak mulutku. Dengar setiap yang keluar dari kerongkonganku dan menjadi suara yang terangkai sebagai kalimat mempunyai makna.
Aku hanya ingin mengadu, menceritakan kecamuk rasaku yang membuat aku gelisah. Semalaman berguling ke kanan lalu kekiri, menghadap atap lalu menikam bantal, dan semua posisi terasa salah.
Aku memang tak salah, aku bahkan sedang terjebak dalam ketakutan karena aku telah membuat diriku seolah merasa bersalah dan berbuat dosa.
Ini bukan pembelaan, tapi coba sebentar saja kau amati. Pernahkah kau melihatku mencoba mengoyak hidupnya? Aku hanya hidup dengan kehidupanku yang sudah amat kunikmati dan kusyukuri.
Aku hanya ingin kamu ada disini, sebentar saja... aku ingin meluapkan kelemahanku yang sedari tadi kutopengi dengan keberanian. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku resah gelisah dan marah.
Sebentar saja, duduklah disampingku dan temani aku mereguk secangkir minuman hangat ini. Sebentar saja, aku ingin kamu disini dan berkata ”tenanglah sayang, badai pasti berlalu.”


(Tapi ternyata, walau sebentar saja, kamu masih tak bisa dan tak ada)
08:20 161011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar