Sabtu, 12 November 2011

sahabat (expired)


Aku hanya ingin semua kembali seperti dulu. Saat aku tertwa lepas dengan kebahagiaan yang nyata. Saat aku dan kasih sayang sahabat bukan cinta dan nafsu. Aku merindukan aku yang dulu, yang satu tahun yang lalu masih berjalan beriringan dengan sahabt terbaikku. Dia mengerti aku, dia mengerti semua setiap yang aku ucapkan, semua yang aku ceritakan, rasakan, dan tangisi.
Dia memang tak mengusap air mataku, tak membelai kepalaku dan mendekapku dalm peluknya, dia juga tak pernah menggenggam erat tanganku, atau mencium pipi dan keningku. Dia hanya berdiri dengan sedikit layu, menatapku dan menasihatku hingga aku berkata ”iya, kamu benar. Aku merasa lebih tenang sekarang.”
Dia takkan mungkin membiarkan aku duduk berjauhan dengannya, dan dia juga tidak duduk berdampingan lekat denganku. Dia hanya memberi jarak antara aku dan dia dalam kenampakannya namun dia mendekatkan hatiku dan hatinya bukan lagi selekat perangko pada seamplop surat namun seperti magnet dengan jarum.
Entahlah, tak pernah tumbuh rasa cinta sama sekali dalam hatiku. Sama sekali tidak. Tapi aku dapatkan kasih sayang yang utuh darimu, kasih sayang sahabat yang bukan pura-pura, bukan pula tipuan atau topeng.
Kamu itu berbeda, berbeda dari setiap lelaki yang ada. Kamu, mengerti dan mengerti sekali. Tapi kenapa sosok itu memudar dan semakin memudar, kala kau temukan wanita yang kau cintai dan sayangi lebih dari seorang aku.
Bukan aku cemburu, bukan aku marah, mungkin lebih tepatnya aku kecewa. Karena sosok itu telah menghilang dari tatapan mataku.
Kapankah akan kutemukan kamu-kamu yang lain? jika saja semua orang adalah sifatmu, aku yakin tak kan pernah ada kata sakit atau meradang. Semua akan baik-baik saja.


Untuk satu tahun yang lalu, saat kamu masih sahabatku.
Ternyata sahabat pun ada expired nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar