setelah ujian semester berlangsung selama 9 hari.
sembilan hari yang terasa sembilan bulan. beban pikiran dalam otak kami serasa telah meledak dan berhambur keluar. setidaknya sedikit bisa bernafas lega.
selamalam, aku dan kamu di telphon. kita cerita A sampai Z. ummm, mungkin tidak juga. ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu tapi tak bisa dan tertahan di ujung kerongkonganku. tak bisa menjelma suara, hanya bisa menjadi gumpalan kata yang macet. this is traffic jam in my mine :(
"namun setidaknya, mendengarkan suaramu dari sebrang sana serasa sudah ada disampingmu, merasakan pelukmu dan mencium aroma jaket starcross mu :) yang amat bersahabat dan hangat memanjakan sekujur perasaanku."
dan satu hal yang tak bisa kuceritakan padamu itu, adalah tentang teman-teman ku sendiri. teman-teman yang setiap hari bercanda ria, tertawa terbahak-bahak denganku bagaikan dunia ini milik golongan ku dan mereka.
aku jijik mendengarnya. sungguh kali ini aku ingin menceritakan tentang semua mereka itu. aku tak bisa terus menyembunyikan dalam perasaan dan batinku. mungkin aku memang tak bisa meluapkan jujurku ini padamu, tapi jangan sampai aku juga menyembunyikan ini pada diriku sendiri. menganggap semua baik-baik saja dan seolah tak ada apa-apa adalah hal yang menyiksa. karena sesungguhnya hati kecilmu sudah tau semuanya.
iya, aku tahu mereka memang "lebih" dalam segala aspek dibanding manusia-manusia disekeliling mereka. mungkin tak jarang, aku juga terlihat se-sombong dan se-hedonis mereka. tapi sungguh dalam hati ini, aku sendiri tak pernah mengiyakan sikap yang seperti itu. aku hanya menganggap diriku manusia biasa yang layak hidup biasa seperti manusia biasa namun berpikiran luar biasa.
hanya itulah perbedaan ku dengan yang lainnya, bukan karena beda status sosial, beda harta, beda segalanya. menjijikkan :(
aku malu bersikap sombong, aku malu, aku bukanlah siapa-siapa. aku hanya kerdil, mungil, dan udik. sudahlah aku tak ada baiknya, aku hanya sedang berusaha menjadi baik dimata manusia dan Tuhan.
tapi mereka, kenapa terkadang teman-teman ku sendiri berbeda cara pandang 360 derajat denganku. mereka hidup dengan segala modernisasi yang mereka Tuhankan, mereka hidup dengan kemewahan yang terkadang tak mereka sadari itu membuat orang lain iri, sakit hati dan memaki Tuhan dan kehidupan, bahkan mungkin memaki para orang kaya yang tak tahu aturan dalam memamerkan kekayaan nya. mereka hidup dengan kecurangan yang berlebihan, mereka memilih teman dengan hati-hati, dan kehati-kahatian itu untuk memperhitungkan materi dan jabatan, mereka merasa benar, merekalah kaya yang kadang semena-mena, mereka biasa hidup dalam topeng persahabatan penuh busuk dan ketidak tulusan, mereka biasa mengolok orang, mereka jarang menyembah Tuhan, mereka sering memaki guru, mereka-mereka-meraka dan mungkin salah satu sifat mereka yang kusebutkan tadi adalah sifatku juga. AKU TELAH TERKONTAMINASI......, atau aku yang membiarkan diriku terkontaminasi?
aku salah memilih mereka. dan hei, aku tak pernah merasa memilih mereka! tiba-tiba saja kita berkumpul menjadi satu, membentuk segerombolan orang sok mewah yang merasa memiliki kehidupan dan menguasai keramaian, kemudian membiarkan orang lain membentuk kelompok demi kelompok lain yang bersatu membenci kebersamaan kita yang memang buruk dan jahat!
berteman itu memang susah sekali. apalagi dimasa transisi seorang remaja SMA seperti aku dan mereka. penuh sifat egois, labil, gila, aneh, dan entahlah siapa yang salah dan siapa yang benar. mereka teman-temanku dekatku, mereka teman-teman jauh ku itu, atau malah aku sendiri?
i can't answer it. sorry :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar